Hostel Review: Uno Capsule Hostel, Medan

Setelah setahun lebih gue bergelut di bidang per-blog-an, akhirnya gue mendapatkan undangan untuk menilai salah satu hostel terbaru di Medan, Uno Capsule Hostel. Tapi meskipun gue udah diundang dan ditunjuk untuk hal sepenting ini, gue akan tetap memberikan review yang sejujur mungkin dan selalu memberikan kritik yang membangun tentunya.

Uno Capsule Hostel berdiri pada 18 Desember 2018, yang dimana dengan usianya yang baru 3 bulan, hostel ini sudah menarik banyak sekali tamu dari luar negeri karena konsepnya yang unik dengan warna serba putih dan lokasinya yang dekat banget kemana-mana karena letaknya yang berada di pertengahan kota. Mau ke mall? Mall Centre Point Jalan kaki cuma 5 menit (jaraknya cuma sekitar 400 meter), mau ke stasiun kereta api bandara? Stasiunnya di seberang Mall Centre Point! Mau ke stasiun kereta api antar kota? Stasiunnya cuma beda lantai dengan stasiun bandara! 

Jadi di Uno Capsule Hostel ini terdapat beberapa tipe kamar dengan jumlah kasur yang berbeda dan harga yang berbeda juga:

  • 10 bedroom (pria dan wanita terpisah)
  • 8 bedroom (mixed/gabung)
  • 6 bedroom (khusus pria)
  • 4 bedroom (khusus wanita)
  • Private room (queen bed)
DSCF6265.JPG
Harga kamarnya untuk bulan Februari ya!

Gue sendiri berkesempatan untuk mencoba 2 jenis ruangan di Uno Capsule Hostel selama 2 malam, yaitu kamar 10 bedroom, dan 8 mixed bedroom. sehingga review gue kali ini akan menceritakan tentang perbandingan kedua jenis ruangan dan keseluruhan hostel.

Sebenarnya sih gue udah pernah kesana sewaktu hostelnya melakukan soft opening, gue sih cukup kagum dengan segala ide yang dituangan agar Uno Capsule Hostel ini bisa berdiri, bahkan mereka juga enggak ragu untuk meminta pendapat gue yang termasuk masih permula dalam dunia perhostelan.

Ketike check-in, gue hanya perlu mengisi data sesuai KTP gue, lalu resepsionis  memberikan gue sebuah air mineral, handuk, gembok dengan nomor kombinasi, dan sebuah keycard untuk naik ke lantai 2 dan masuk ke dalam kamar, canggih banget!

DSCF6197.JPG

DSCF6202.JPG

Plus:

1. Interior minimalis hostel yang instagrammable banget, serba putih dan rasanya nyaman banget buat nulis di meja pantry atau duduk-duduk nyantai di bean bag-nya. Enggak sampai disana aja, bahkan tepat di dinding luar gedung hostel terdapat mural yang dibuat khusus oleh Uno Capsule Hostel untuk menambah lokasi foto yang enggak ada habisnya,

DSCF6205.jpeg

DSCF6225.JPG

DSCF6234.jpeg

2. Staffnya yang ramah-ramah banget dan menurut gue punya segala informasi penting yang biasa bakalan ditanyain tamu. Oh iya, mereka juga jago foto loh!,

IMG_4738.jpg

3. Tersedia kamar mixed untuk kamu yang ingin nginap bareng teman-teman. Sebenarnya kendala untuk nginep di hostel sih gak banyak, tapi yang paling sering gue denger adalah โ€œtidurnya nanti 1 kamar atau pisah-pisah? Karena tantangan terbesar untuk yang belum pernah nyobain tinggal di hostel adalah untuk tidur sendirian dengan orang asing lainnya, at least tidur sekamar bareng temen-temen di kasur masing-masing lebih asik kan dari pada tidur sendirian di kelilingin orang-orang yang gak dikenal,

4. Kasurnya nyaman banget karena cukup tebal, bukan seperti kasur tipis yang bisa dilipat (pernah ngalamin). Di dalam capsule juga tersedia meja untuk laptop dan colokan yang lengkap banget! Baru kali ini nemu yang selengkap ini,

DSCF6196.JPG
Kamar gue di hari pertama
DSCF6310.JPG
Kamar gue di hari kedua

DSCF6314.jpeg

DSCF6319.JPG

5. Untuk kamar yang memang khusus pria atau khusus wanita, kamu akan menemukan bahwa tirai kasur kamu itu terlihat sedikit tembus pandang kalau dilihat dari depan ketika kamu nyalain lampu capsule, tapi kalau kamu matiin lampu, tirainya otomatis akan terlihat gelap. Kelebihannya sih kamu bisa ngeliatin keluar dengan mudah, tapi orang lain gak bisa ngeliat kedalam. Kekurangannya ya bagi yang suka tidur gelap gulita bakalan susah tidur, tapi gak parah-parah banget sih karena cahaya yang masuk juga agak remang.

DSCF6320.jpeg
Tampilan dari luar kalau lampu capsule mati
DSCF6322.jpeg
Tampilan dari luar kalau lampu capsule nyala
DSCF6321.JPG
Tampilan dari dalam capsule. Dari dalam sini kelihatan jelas banget keadaan diluar
DSCF6323.JPG
Cover di mixed room yang solid sehingga gak keliatan apa-apa dari dalam ataupun dari luar

6. Playroom / waiting area yang nyaman. Di Playroom ini terdapat beanbag untuk duduk santai sambil ngobrol, tv yang dilengkapi dengan speaker kece dan PS3, lalu setelah itu ada sebuah rak buku yang sudah dilengkapi dengan beberapa buku, boardgames, dan peta untuk berkeliling medan (meskipun bisa akses maps lewat smartphone, tapi kadang pakai peta kertas gini juga asik kok),

DSCF6229.JPG

DSCF6219.JPG

DSCF6292.jpeg
Abaikan tukang parkir dibelakang.

7. Pantry yang cukup lengkap dengan microwave, kulkas, dan air panas yang tersedia untuk kamu yang suka laper malem-malem, tinggal masak pop mie deh. Teh dan kopi gratis bisa langsung diseduh di pantry, dah air putih juga free refill. Disinilah gue kebanyakan ngabisin waktu untuk nulis karena nyaman banget,

DSCF6226.jpeg

DSCF6227.JPG

8. Ini sebenarnya gak terlalu penting sih, tapi baru kali ini gue ngeliat ada 2 gantungan baju di dalam capsule. Langka banget menurut gue karena beberapa hostel yang pernah gue tempatin cuma punya 1 atau bahkan gak ada sama sekali, sampe gue harus gantung handuk di tangga buat orang naik ke capsule atas, kan jorok!,

DSCF6272.JPG

9. Ada ruang tunggu untuk ngantri kamar mandi! Gue baru pertama kalinya ngeliat yang seperti ini, jadi orang-orang bisa ngantri dengan tenang karena pengalaman gue sih di hostel lain karena enggak ada ruang tunggu, jadi pas ngeliat kamar mandi lagi ada yang pake, gue balik deh ke kamar, gue pergi nge-check, eh udah ada orang lain lagi yang masuk, gitu-gitu aja terus sampai penduduk Bumi pindah ke Mars. Kamar mandi cukup lengkap dan meskipun cuma di toilet wanita, baru kali ini gue ngeliat ada 2 jenis toilet yang tersedia, toilet duduk dan toilet jongkok (gue diajakin masuk oleh staff hostel ya!, bukan masuk langsung jepret-jepret),

DSCF6246.jpeg

DSCF6241.JPG
Ini toilet wanita ya, untuk toilet pria ukurannya sedikit lebih kecil

10. Untuk kamu yang belum research sebelum datang ke medan, terutama turis dari luar negeri, di hostel ini sudah disediakan sebuah papan hasil research staff hostel tentang makanan yang harus dicoba, dan tempat yang patut untuk dikunjungi di dalam kota medan dan luar kota. Gak sampai disana aja, bahkan staff hostel dengan senang hati bakalan temenin kalian untuk berkeliling kota medan, entah itu untuk temenin cari makan, ataupun pergi beli oleh-oleh,

DSCF6204.JPG
Papan Info untuk turis.

11. Tersedia juga loker untuk kamu menyimpan sepatu/sandal kamu, dan juga disediakan sandal jepit yang dapat digunakan di dalam hostel dan untuk ke kamar mandi.

DSCF6269.JPG

Minus:

1. Akses jendela di lantai 2 dikit banget. Lantai 1 sih oke banget karena ada 1 jendela gede yang ngarah langsung ke jalanan di luar, jadi rasanya gak terlalu tertutup, tapi di lantai 2 hanya ada beberapa kamar yang memiliki akses jendela, yaitu 10 bedroom khusus wanita, 8 mixed bedroom, dan 6 bedroom khusus pria,

DSCF6239.jpeg

2. Ukuran loker yang cukup kecil buat gue, bahkan ransel gue aja masuknya pas-pasan banget, jadinya gue pake lokernya buat masukin barang berharga seperti kamera, laptop, dan dompet, sisanya gue taro di kasur aja karena ukuran kasurnya gede kok meskipun single bed,

DSCF6312.JPG

3. Nyobain 2 tipe kamar selama 2 malam, gue ngerasa kamar 8 mixed bedroom agak panas sih gak tau kenapa. Awalnya si dingin sewaktu sore, tapi makin malam makin panas,

4. Gak dapet breakfast :(, tapi meskipun begitu, untuk kamu yang datang dari luar kota dan bingung mau sarapan apa, bisa tinggal minta tolong ke staff hostel untuk ngasih saran dan bantu pesenin via gojek!,

Hostel Story Time

Ketika pre-opening, gue bertemu dengan orang-orang yang membantu mengurus pre-opening hostel ini, salah satunya adalah staff dari BackHome Hostel di Kuala Lumpur. Rupanya owner Uno Capsule Hostel merupakan seseorang yang sangat tertarik dengan hostel dan sudah mencoba banyak sekali hostel di dalam maupun luar negeri, dan ketika kunjungannya ke BackHome Hostel di Kuala Lumpur, owner ini merasa sistem yang BackHome Hostel gunakan sangat menarik dan dapat membuat para tamu merasa nyaman, salah satunya adalah dengan menganggap tamu sebagai teman. Staff BackHome ini diundang secara langsung oleh owner Uno Capsule Hostel untuk membantu mendidik dan membantu proses pre-opening yang bagi kebanyakan (atau mungkin semua) hotel ataupun hostel merupakan proses terberat. Selama gue stay di Uno, gue ngerasa semua staff selalu ngajakin ngobrol dan beda banget perlakuannya dengan staff di hostel lainnya yang pernah gue cobain, gak heran mereka bahkan menawarkan untuk pergi nyari makan bareng dan nemenin beli oleh-oleh. 

Oh iya, hostel ini juga ternyata diminati oleh turis asing, karena ketika gue nginap disana, kebanyakan tamu yang ada merupakan tamu luar negeri, tapi tamu lokal juga gak kalah banyak kok.

Beberapa followers gue kemaren sempat nanya-nanya tentang Uno Capsule Hostel dan tentang Hostel pada umumnya, bahkan ada yang sampai ngegas karena doi berfikiran Hotel dan Hostel itu sama aja. Ketika gue jelasin dengan cara yang sangat simple, dia bales, “ah sama aja itu”. 

Asik nih topik selanjutnya!

With burning curiosity,

Ferry William

Instagram: @ferry_william

Facebook: Ferry William

Twitter: @ferrywilliam

Email: ferrywilliamm@gmail.com

One thought on “Hostel Review: Uno Capsule Hostel, Medan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.